10 Tanda Website Anda Diretas dan Langkah Penanganannya
Peretasan sering tidak terlihat dari halaman depan. Kenali tanda-tandanya, lakukan langkah darurat yang benar, dan cegah agar tidak terulang.

Website yang diretas jarang menampilkan pesan "Anda telah diretas". Sebagian besar peretasan justru dirancang agar tidak terlihat oleh pemiliknya, sementara situs dipakai untuk menyebarkan spam, mengalihkan pengunjung, atau mencuri data. Berikut tanda yang perlu diwaspadai dan cara menanganinya.
Tanda-tanda yang sering muncul
- Pengalihan ke situs asing, terutama saat dibuka dari ponsel atau dari hasil pencarian Google.
- Halaman yang tidak Anda buat muncul di hasil pencarian, sering berbahasa asing atau berisi promosi obat dan judi.
- Peringatan "situs ini mungkin diretas" di Google Search Console atau di hasil pencarian.
- Email dari domain Anda masuk ke spam karena server dipakai mengirim email massal.
- Akun admin baru yang tidak Anda kenal.
- File atau plugin asing dengan nama yang mirip file sistem.
- Situs melambat drastis atau hosting memberi peringatan penggunaan sumber daya berlebih.
- Iklan atau pop-up yang tidak pernah Anda pasang.
- Pelanggan melaporkan antivirus memblokir situs Anda.
- Perubahan kecil pada konten seperti tautan tersembunyi di footer.
Langkah penanganan yang benar
1. Isolasi. Aktifkan mode pemeliharaan atau batasi akses agar pengunjung tidak terus terpapar. Jangan langsung menghapus semuanya; bukti dibutuhkan untuk mengetahui pintu masuknya.
2. Ganti seluruh kredensial. Kata sandi hosting, panel admin, database, FTP, dan email. Aktifkan verifikasi dua langkah bila tersedia.
3. Identifikasi pintu masuk. Periksa log akses, file yang berubah baru-baru ini, dan plugin atau komponen yang usang. Tanpa langkah ini, pembersihan akan sia-sia karena penyerang kembali lewat jalan yang sama.
4. Bersihkan atau pulihkan. Pulihkan dari cadangan yang dibuat sebelum peretasan bila tersedia, lalu terapkan perbaikan pada celahnya. Jika tidak ada cadangan bersih, pembersihan manual perlu dilakukan dengan teliti.
5. Perbarui semuanya ke versi terbaru dan hapus komponen yang tidak dipakai.
6. Minta peninjauan ulang di Google Search Console setelah situs bersih agar peringatan dicabut.
7. Pantau selama beberapa minggu untuk memastikan tidak ada infeksi ulang.
Mencegah agar tidak terulang
Pencadangan otomatis yang disimpan terpisah dari server, pembaruan rutin, kata sandi kuat dengan verifikasi dua langkah, pembatasan percobaan login, dan pengujian keamanan berkala. Artikel OWASP Top 10 menjelaskan celah yang paling sering dimanfaatkan.
Jika situs Anda sedang mengalami gejala di atas, tim keamanan kami dapat membantu respons insiden, pembersihan, dan pengerasan server. Lihat layanan keamanan siber.
Lanjutkan membaca.
OWASP Top 10 Dijelaskan Sederhana untuk Pemilik Website dan Aplikasi
OWASP Top 10 adalah daftar risiko keamanan aplikasi web yang paling sering ditemukan. Memahaminya membantu Anda bertanya hal yang tepat kepada pengembang.
Baca artikel
Penetration Testing: Apa Itu dan Mengapa Bisnis Anda Membutuhkannya
Penetration testing adalah simulasi serangan yang dilakukan secara legal untuk menemukan celah sebelum penyerang sungguhan menemukannya. Berikut cara kerjanya dan apa yang Anda dapatkan.
Baca artikel
7 Kesalahan Umum Saat Memesan Pembuatan Software dan Cara Menghindarinya
Proyek software gagal jarang karena teknologinya. Lebih sering karena kesepakatan yang kabur, lingkup yang terus berubah, dan keputusan yang tertunda. Kenali polanya agar proyek Anda tidak mengulanginya.
Baca artikel